Cerita Bersambung : "Misteri di Villa Sang Hakim" (Part 1)

```
Bab 1: Kedatangan Clara

Angin musim panas berhembus lembut, membawa Clara Adhisty melintasi gerbang besi Villa Sang Hakim. Dengan setiap langkah yang diambilnya menuju pintu depan, rasa penasaran dan antisipasi tumbuh dalam dirinya. Villa itu berdiri megah, dikelilingi oleh kebun yang ditumbuhi bunga-bunga liar dan pohon-pohon tua yang rindang.
Clara mengambil kunci besar dari sakunya, yang diberikan oleh agen properti yang mengurus sewa villa tersebut. Dengan sedikit usaha, dia membuka pintu kayu besar yang berderit, memasuki lobi yang sepi dan berdebu. Cahaya matahari yang menerobos masuk melalui jendela-jendela tinggi menari di atas permukaan lantai yang sudah usang, menciptakan pola-pola cahaya yang indah.

Saat dia meletakkan tasnya, sebuah suara tiba-tiba terdengar, membuatnya terkejut. Clara menoleh ke arah sumber suara dan menemukan seekor kucing hitam dengan mata hijau yang tajam, duduk dengan tenang di atas salah satu sofa tua di sudut ruangan. "Oh, kamu pasti penjaga villa ini," gumamnya sambil tersenyum.

Clara kemudian berjalan mengelilingi lobi, memperhatikan setiap detail arsitektur dan dekorasi yang menghiasi ruangan. Dia merasa seolah-olah setiap benda di villa itu memiliki cerita untuk diceritakan. Ketika dia mendekati lukisan Hakim Agung Surya Kencana, dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari mata yang tampak begitu hidup itu.

Tiba-tiba, sebuah angin dingin menyapu lewat, membuat Clara merinding. Dia melihat ke atas dan menyadari bahwa salah satu jendela di lantai atas terbuka, membiarkan angin masuk. "Aku harus menutup itu nanti," pikirnya. Namun, ada bagian dari dirinya yang merasa angin itu bukan sekadar angin biasa—seolah-olah itu adalah undangan untuk memulai petualangannya di Villa Sang Hakim.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Principles of Power Karya Dion Yulianto

Mengenal Sarung BHS: Sarung Termahal di Dunia!

Cerita Bersambung : "Misteri di Villa Sang Hakim" (Part 5)